Senja daan Harapan

Senja,
Tak memberitahu pun bahwa ia akan datang
Kau selalu dinanti walau penantian panjang
Bukan tanpa alasan, 
Karena mereka tau hadirmu membuat tentram dan bersemayam
dalam balutan lembayung jingga di ufuk barat

Mereka sadar kau akan datang
Tapi kadang sapaanmu mengecewakan bagi sebagian orang
Hanya saja momen bersamamu tak pernah mengecawakan
Membuat candu tak berkesudahan

Senja tau kapan harus pulang
Hanya saja penikmatnya malah tak beretika dan langsung pulang
Datang tak diharap dan langsung menyisakan bekas mendalam
Anehnya, makhluk bernama manusia masih saja kembali menanti walau tidak ada harapan

Aku belajar dari tentang harapan dari senja, bahwa sejatinya yang dinanti bukanlah yang harus diharap. Cukup nikmati momennya. Buat suatu cerita yang menyenangkan selagi kau bisa. Karena mencintai itu tanpa syarat, bukan tawar menawar. Maka layakkah disebut cinta jika saling tawar menawar? Cukup nikmati, karena senja yang kamu nanti bukan hanya milikmu saja, bahkan hati yang tertanam tak memiliki hak untuk jatuh kepada siapa, karena manusia hanya pembawa hati bukan pemilik hati yang sesungguhnya. 

Rubel Faperta UGM, 12 Agustus 2019 
08:09:50

Comments