Ini Target ku, Tetap Semangat. Ingat! Kamu Sudah Berjuang
Selamat siang, buat siapa pun nantinya yang akan membaca ini. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu bahagia dan sehat di tengah pandemi covid-19 ini.Tetap semangat lah ya mengejar rencana dan target masing-masing...
Sering banget nggak sih kita merasa minder atau insecure gitu saat melihat orang-orang sudah lebih maju dari kita, baik dari fisik, target dan hal-hal kebahagiaan lain yang sepertinya kelihatan sederhana namun karena kita tidak pernah merasakannya seperti tampak indah. Ah ya, emang benar, kadang yang namanya rumput tetangga memang benar lebih indah. Tapi, pernah nggak sih kita berpikir juga kalau banyak hal lain yang bisa kita peroleh tapi orang lain tidak peroleh? Pada dasarnya memang manusia emang tidak pernah puas akan hal yang sudah dimiliki.
Hari ini aku akan sedikit bercerita tentang beberapa hal yang sudah mengganggu ku kurang lebih sekitar lima harian. Pernah nggak kita merasakan kurang percaya akan target dan hal-hal yang mau capai kedepannya? Pernah nggak langsung insecure karena melihat pencapaian orang lain yang udah jauh melangkah dari kita? Buat kalian yang pernah ngerasain fase insecure seperti itu, percayalah KITA SAMA. Masih sama-sama belum bisa mencintai diri kita sendiri.
"Kenapa cewek insecure?" Tanya A
"Ya karena kurang good looking, body kurang bagus, ya minder aja gitu lihat cewek-cewek lain lebih secara fisik dari kita" Sambung K
"Memang cowok nggak pernah insecure?" si D kembali bertanya
"Jujur sih kalau aku nggak pernah insecure, ketika melihat temen-temen ku sudah ada yang sukses dalam pencapaian dan finansial sudah mapan dan aku baru hanya bisa gabung atau buat komunitas saja, ya nggak apa-apa, karena target yang sudah kita capai belum tentu bisa dicapai orang lain, dan kita harus tetap bangga sama diri kita sendiri" Jawab A
Tentang keberterimaan, seringkali kita lupa bahwa diri kita sudah berjuang, dan bisa mencapau target yang mungkin belum bisa dicapai oleh semua orang. Hanya saja, kita kurang berbicara lebih dalam dengan diri sendiri, sudah sejauh mana diri ini melangkah dan berjuang. Benar adanya, kita harus terus mencapai target yang lain dan menjadi versi terbai dari kita sendiri, tapi kadang seringkali kita lupa bahwa kita hanya terus berjuang tanpa mengapresiasi diri. Untuk aku dan kamu yang membaca, aku bangga atas pencapaian yang sudah kamu lakukan, dan terimakasih diriku sudah berjuang.
Terimakasih atas obrolan ngalur ngidul yang ada manfaatnya. Terimakasih kalian, teman bicara di hari ini, Kin, Dew, dan Al.
Comments
Post a Comment