Belajar dari Kesendirian

Sendiri??
Satu kata yang seringkali dimaknai sebagai kutukan bagi sebagian orang yang kurang bersyukur. Lucu memang makhluk bernama manusia ini, lebih sering memaknai satu hal eh ya bahkan memaknai satu kata saja hanya dari satu sudut pandang. Padahal, satu kata dalam kamus saja bisa berarti banyak hal, lantas kita sebagai manusia yang katanya diberi kelebihan untuk berpikir hanya memandang sesuatu dari satu sudut pandang? Lucu sekali bukan?

Kala sendiri menggerumuti malam menjadi benalu, maka maknai sendiri sebagai langkah untuk terus menggali lebih dalam siapa diri sebenarnya. Terkadang kita memaksa orang lain untuk memahami kita, tapi diri sendiri sama sekali belum paham siapa diri sebenarnya. Maka, bisa jadi kesendirianmu menjadi suatu mata kuliah yang diberikan kehidupan untuk kamu selesaikan sebelum kamu mengenal orang lain. Sendiri seringkali dimaknai sebagai jomblo, tidak punya teman, kemana-mana sendiri, dan hal ngenes lainnya. Maka cara terbaik untuk memahami sendiri adalah dari sudut yang dapat dilakukan bukan dari yang dirasakan.

Tentang yang didapatkan pahamilah sendiri membuatmu banyak melangkah lebih jauh untuk melihat hal ganjil dikehidupan nyata, kuncinya hanya jangan sampai tuli dan buta akan hal kecil sekalipun. Kalau saat ini usia masih dalam kata produktif, maka nikmatin setiap langkahnya dan lakukan apapun yang disukai (selagi dalam hal positif pastinya). Kalau kata orang mah biar nggak nyesal dihari tua, wkwkwkwk

Nggak ada maksud menggurui atau bagaimanapun, hanya sebatas menjadi self reminder buat saya pribadi untuk selalu bersyukur tentang hal apapun yang sudah saya miliki saat ini.
Selamat pagi Jogja.....
Sabtu,  13 April 2019 (01.20 WIB)
.
.
Si lasak yang sedang belajar

Comments