LAPORAN PRAKTIKUM KESUBURAN, PEMUPUKAN, DAN KESEHATAN TANAH - MENGENAL PUPUK

 LAPORAN KPKT ACARA 2

MENGENAL PUPUK

        Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Dalam pengertian yang khusus, pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Pupuk–pupuk tersebut hampir 90% sudah mampu memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, dari unsur makro hingga unsur yang berbentuk mikro. Kalau tindakan pemupukan untuk menambah bahan-bahan yang kurang tidak segera dilakukan tanaman akan tumbuh kurang sempurna, misalnya menguning, tergantung pada jenis zat yang kurang (Rinsema, 1983). 

        Pupuk secara umum terbagi menjadi 2, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik. Contoh pupuk organik adalah pupuk kandang, kompos, dan guano (Marsono, 2001). Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi.  Misalnya urea berkadar N 45-46% (setiap 100 kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen) (Lingga dan Marsono, 2000).

        Metode mengenal pupuk dalam praktikum KPKT (Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah ada 3, yaitu metode wawancara dengan petani, survei ke toko pertanian, dan mencari informasi jenis pupuk di internet. Metode yang saya pilih dalam praktikum mandiri KPKT adalah mencari informasi jenis pupuk di internet. Metode ini dilakukan dengan mencari 15 pupuk yang ada di internet dengan mencantumkan informasi sifat kimia, fisika dan biologi. Adapun hasil pencarian informasi mengenai pupuk di internet sebagai berikut:

1.     1. NPK Phonska


 

Sifat -sifat Pupuk Phonska

> Pupuk phonska berbentuk butiran (granul) berwarna merah jambu / pink
> Bersifat higroskopis sehingga mudah larut dalam air
> Mudah diserap oleh tanaman
> Memiliki kandungan unsur hara yang lengkap

Persentase Kandungan Pupuk Phonska
Nitrogen (N) :15%
Phosphat (P) :15%
Kalium (K) : 15%
Sulfur (S) :10%
Kadar air maksimal :2%

Manfaat pupuk phonska untuk tanaman :
1. Memacu pertumbuhan vegetatif dan generatif
2. Menguatkan batang tanaman sehingga tidak mudah roboh
3. Memperlancar proses pembentukan gula dan pati
4. Memacu pertumbuhan akar tanaman
5. Membuat tanaman lebih hijau dan sehat

2. SP-36

 

Berbentuk butiran(granular) dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga sering digunakan sebagai pupuk dasar, dapat juga digunakan untuk pemupukan susulan. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis dan bersifat membakar. Pupuk ini memiliki kandungan Phosphor yang lebih rendah, dan dapat juga diaplikasikan sebagai pupuk susulan dengan cara ditaburkan disekeliling tanaman.

Kandungan:

  • Kadar P2O5 setidaknya 36%
  • Kadar P2O5 melarutkan setidaknya 34% Asam Sitrat
  • Kadar P2O5 larut dalam air setidaknya 30%
  • Kandungan air sampai 5%
  • Tingkat asam bebas maksimum sebagai H3PO4 6 

1.      3. Pupuk NPK Mutiara 16-16-16

 
        NPK Mutiara 16-16-16 adalah pupuk lengkap yang menyediakan hara Kalium seimbang. Kalium diperlukan oleh tanaman karena berperan sebagai pengatur keseimbangan air di dalam sel, turgor sel, kehilangan air karena transpirasi; bertanggung jawab dalam produksi dan pembentukan protein; meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres kekeringan atau dingin serta serangan hama dan penyakit.

        Pupuk ini berbentuk granul (butiran) berwarna biru langit dan mudah larut dalam air. Pupuk NPK Mutiara dapat digunakan pada semua jenis tanaman, seperti tanaman sayuran, tanaman pangan maupun tanaman perkebunan dan industri. Kandungan utama pupuk ini yakni 3 unsur makro, yang terdiri dari nitrogen (N) sebesar 16%, phosphat (P) 16% dan Kalim (K) 16%. Juga dilengkapi dengan kalsium (CaO) dan magnesium (MgO) dalam jumlah kecil. Pupuk NPK Mutiara bisa diaplikasikan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.

4.  Pupuk NPK Basf 15-15-15

            Pupuk ini berbentuk butiran granul berwarna biru pudar yang biasanya dikemas dalam kemasan plastik. Pupuk NPK BASF dibuat menggunakan proses Odda melalui pelarutan batuan fosfat menggunakan asam nitrat. Pupuk NPK BASF hingga saat ini masih diimpor dari Jerman. Pupuk ini memiliki manfaat yang cukup baik bagi pertumbuhan tanaman dengan reaksi yang cukup cepat.

Kandungan dari Pupuk NPK Basf 15-15-15:

  • Memiliki kandungan sebanyak 15% N (Nitrogen)
  • Memiliki kandungan sebanyak 0.5% MgO (Magnesium)
  • Memiliki kandungan sebanyak 6% CaO (Kalsium)
  • Memiliki kandungan sebanyak 15% P2O5 (Phospate)
  • Memiliki kandungan sebanyak 15% K2O (Kalium)
5. Pupuk Cantik 
 
            PUPUK CANTIK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen dan Calsium. Pupuk Cantik berbentuk butiran (granul) berwarna putih susu, bersifat higroskopis, mudah larut dalam air dan mudah diserap oleh akar tanaman. Kandungan  Pupuk Cantik:
  • 1.27 % N (Nitrogen)
  • 13,5 % N dalam bentuk Nitrate (NO3-) yang dapat segera diserap langsung oleh tanama
  • 13,5 % N dalam bentuk Ammonium (NH4+) yang mempunyai aktifitas proses lebih panjang, sehingga mengurangi hilangnya unsur N akibat penguapan dan pencuci
  • 2.12% CaO (Calcium)
6. Pupuk ZA
Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang mengandung amonium sulfat yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Nama ZA adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda, Zwavelzure Ammoniak. Wujud pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ini higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk urea. Karena ion sulfat sangat mudah larut dalam air sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya sehingga hanya cocok digunakan pada tanah alkalin. Pupuk ini berbentuk kristal dan berwarna putih atau orange. Pupuk ZA mudah larut dalam air, tidak higroskopis (menghisap air), senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu yang lama. Pupuk ZA dapat aplikasikan pada semua jenis tanaman, baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.             
            Pupuk ZA mengandung 2 unsur hara, yaitu nitrogen dalam bentuk amonium sebesar 20% dan belerang sebesar 23%. Pupuk ZA sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan untuk semua jenis tanaman. Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan. Pupuk ZA dapat dicampur dengan pupuk yang lain. 
7. Pupuk Dolomit  
Pupuk dolomit mengandung unsur kalsium dan magnesium. Kapur dolomit banyak dipakai untuk mengapur tanah asam. Bahkan, kapur ini paling baik dibandingkan dengan kapur lainnya. Diantara jenis-jenis kapur pertanian, dolomit merupakan kapur yang paling populer dan paling banyak digunakan di Indonesia. Pupuk dolomit berfungsi untuk menetralkan keasaman tanah atau menaikkan pH tanah. Dolomit dapat menyuburkan tanah karena mengandung magnesium sebagai unsur hara. Magnesium ini untuk menetralisir kandungan tanah. Selain itu mengandung kalsium, untuk mengikat unsur hara. Kandungan MgO 18-22% dan CaO 30 %. 
8. Pupuk Kapur Tohor
 Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius. Kapur berfungsi untuk menaikkan pH tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah, menetralisir senyawa-senyawa beracun baik organik maupun non anorganik, merangsang populasi & aktivitas mikroorganisme tanah. Pada Tanaman berfungsi memacu pertumbuhan akar dan membentuk perakaran yang baik, membuat tanaman lebih hijau dan segar serta mempercepat pertumbuhan, meningkatkan produksi dan mutu hasil panen. Kandungan kapur tohor 85%. 
 9. Pupuk Urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih. Pupuk urea dengan rumus kimia NH2 CONH2 merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat.
         Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100kg mengandung 46 Kg Nitrogen, Moisture 0,5%, Kadar Biuret 1%, ukuran 1-3,35MM 90% Min serta berbentuk Prill. Kandungan nitrogen pada pupuk urea sangat diperlukan oleh setiap tanaman, khususnya pada masa pertumbuhan. Zat nitrogen juga bisa membantu metabolisme tanaman, mempercepat pertumbuhan dan perkembangan cabang, jumlah anakan, membuat daun menjadi lebih segar, hijau dan rimbun. 
10. Pupuk SP-18 
  Pupuk SP18 adalah pupuk fosfor yang memiliki kandungan. Kadar P2O5 pada pupuk SP18 hanya 18%. Pupuk SP18 juga berbentuk granular (butiran) berwarna abu-abu dan agak sulit larut dalam air. Pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan. Pupuk SP18 juga berbentuk granular (butiran) berwarna abu-abu dan agak sulit larut dalam air. Pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.
        Pupuk SP 18 sama dengan SP 36, hanya saja kandungan fosfornya lebih rendah yaitu 18% (P2O5). Kandungan Pupuk SP-18 adalah kandungan fosfat (P2O5) sebanyak 18% dan sulfur sebanyak 3,94%. 
11. Pupuk Gandasil D 
  Pupuk Gandasil D merupakan jenis pupk yang mengandung hara utama yaitu Nitrogen (N). Pupuk Gandasil D mengandung hara berkisr 18-20%. Pupuk Gandasil D berwarna biru muda dan memiliki bentuk seperti tepung halus. Pupuk Gandasil D mempunyai kelarutan yang tinggi dan biasanya digunakan untuk fase vegetatif. Fase vegetatif adalah fase pada saat tanaman mengalami pertumbuhan dan pemulihan setelah berbuah.
        Pupuk Gandasil D biasanya diaplikasikan ke dalam bagian daun karena supaya dapat terserap melalui stomata. Penggunaan pupuk kimia ini apabila berlebihan dapat merusak ekosistem dan tanaman dapat terluka bahkan terbakar.
12. Pupuk ZK (Kalium Sulfat)
 Pupuk kalium sulfat dibuat dari campuran kalium oksida dan asam belerang sehingga penamaannya sering disebut sebagai pupuk ZK atau zwavelzure kali. Pupuk ini berbentuk butiran-butiran kecil dengan warna putih. Sifatnya tidak higroskopis dan bereaksi asam jika diaplikasikan ke tanah.
        Pupuk ZK mengandung 50% unsur hara makro K dalam bentuk K2O dan 17 % unsur hara makro sekunder S (sulfur). Kadar klorida maksimal 2,5%, kadar air maksimal 1%.
13. Pupuk Kalsium Nitrat 
 Kombinasi unsur kalsium dan nitrogen dalam bentuk nitrat memberikan efek yang baik karena pupuk menjadi lebih mudah larut dalam air. Pupuk ini berbentuk butiran kristal yang water soluble. Gejala nyata dari tanaman yang kekurangan kalsium diantaranya adalah rontok bunga dan buah, ujung buah dan tangkai menguning, kulit buah mudah pecah, buah mudah busuk dan sebagainya. 

Spesifikasi KARATE PLUS BORONI:

  • Total Nitrogen (N) 15,5 %
  • Nitrat-N 14,4 %
  • Amonium-N 1,1%
  • Total Kalsium Oksida (CaO) 26,0 % 
  • Kalsium (Ca) 18,3 %
  • Boron (B) 0,2 % 
  • Berat Jenis 1,1 Kg/lGranulometry (2-4mm) 90%
  • Warna Kuning
14. Pupuk Kalium Klorida
 Pupuk kalium clorida yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh petani adalah pupuk KCl. Pupuk KCL biasanya berbentuk kristal dan berwarna merah atau putih. Pupuk KCL atau pupuk MOP (Muriate off Potash) memiliki kandungan unsur kalium (K) dan Clorida (Cl). Kandungan Kalium pada pupuk KCL cukup tinggi yaitu 60% dalam bentuk K20 dan Clorida (Cl) sebesar 35%. Pupuk ini sangat cocok diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan kalium pada tanaman yang memiliki sifat toleran terhadap unsur Clorida (Cl). Juga sangat baik digunakan pada tanah dengan kadar Clorida rendah. 
Manfaat pupuk KCl antara lain :
  • Meningkatkan hasil panen
  • Menguatkan batang tanaman
  • Membantu pembentukan protein dan karbohidrat
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar
  • Meningkatkan daya tahan tahan terhadap kekeringan
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit
  • Meningkatkan kualitas buah.
Spesifikasi pupuk KCL PT. Gresik 
  • Isi K 2 O: 60%
  • Warna: Merah / Putih
  • Bentuk: Kristal
  • Karakteristik: Larut dalam air
 15. Pupuk TSP-46
 Pupuk TSP merupakan nutrient organik yang digunakan untuk memperbaiki unsur hara tanah dalam hal budiaya pertanian. Pupuk Triple Super Phosphate (TSP) memiliki kandungan diantaranya seperti fosfor sekitar 44-46% dalam bentuk P2O5. Jadi wajar jika pupuk TSP ini sering disebut sebagai sumber fosfor bagi pertumbuhan tanaman. Sifat dari pupuk TSP adalah:
  • Berbentuk granul atau butiran berwarna abu-abu yang bebas dari debu dan mudah disebarkan.
  • Pupuk fosfor umumnya tidak bisa mudah larut di dalam air, bereaksi lambat dan tidak higroskopis.
  • Pupuk TSP ini bisa digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.
  • Tidak higroskopis hingga dapat disimpan cukup lama bila kondisi penyimpanan cukup baik.
  • Mengandung senyawa fosfat yang hampir seluruhnya larut dalam air dan dapat diserap segera oleh tanaman.

Deskripsi Pupuk TSP 46 merk meroke

  • Mengandung 46% Phosphate (P2O5)
  • Berbentuk granular hitam atau abu-abu 
DAFTAR PUSTAKA:

Anonim. 2018. Pupuk NPK Phonska, Fungsi Dan Manfaatnya Untuk Tanaman. <https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pupuk-npk-phonska-fungsi-dan-manfaatnya-untuk-tanaman-13>. Diakses 28 November 2020.

Azzamy. 2017. 15 Macam PUPUK KIMIA Terpopuler Yang Sering Digunakan Oleh Petani (Lengkap Dengan Fungsinya). <https://mitalom.com/15-macam-pupuk-kimia-terpopuler-yang-sering-digunakan-oleh-petani-lengkap-dengan-fungsinya/>. Diakses 28 November 2020.

Azzamy. 2018. Manfaat Pupuk Phospat (TSP, SP36, SP18) untuk Tanaman Kelapa Sawit. <https://mitalom.com/manfaat-pupuk-phospat-tsp-sp36-sp18-untuk-tanaman-kelapa-sawit/>. Diakses 28 November 2020.

Lingga, P dan Marsono, 2000. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Marsono, dan Paulus, S. 2001. Pupuk Akar: Jenis dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pangestika, N.W. 2020. 16 Jenis Pupuk Kimia yang Sering Digunakan oleh Petani. <https://paktanidigital.com/artikel/16-jenis-pupuk-kimia-yang-sering-digunakan-oleh-petani/#.X8Jo77MxXIU>. Diakses 28 November 2020.

Pratama, R.A.J. 2020. Jenis Pupuk Anorganik dan Fungsinya. <https://dosenpertanian.com/jenis-pupuk-anorganik/>. Diakses 28 November 2020.

Rinsema, W.T. 1983. Pupuk dan cara pemupukan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta

 
 

 
 

 

 

 

 

 


Comments