LAPORAN PRAKTIKUM KPKT ACARA 1
UJI KESUBURAN TANAH
Tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai profil yang dalam (kedalaman yang sangat dalam melebihi 150 cm), strukturnya gembur, pH 6.0 - 6.5, kandungan unsur haranya yang tersedia bagi tanaman adalah cukup, dan tidak terdapat faktor pembatas dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman (Prabowo dan Subantoro, 2018). Tanah dapat dikatakan subur jika tanaman yang ditanam di atasnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan produksinya tinggi sepanjang tahun. Jadi kesuburan tanah adalah istilah yang menunjukkan tingkat subur atau tidaknya tanah untuk pertanian. Tanah dikatakan mempunyai tingkat kesuburan tinggi atau baik jika tanah tersebut mampu menyediakan semua unsur hara yang diperlukan tanaman, sedangkan tanah dikatakan kurang subur jika tanah tersebut tidak mampu menyediakan semua unsur hara yang diperlukan tanaman (Suastika et al., 2014).
Metode yang digunakan dalam uji kesuburan tanah pada praktikum Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah adalah metode menanam. Praktikum dilakukan mandiri pada hari Sabtu, 3 Oktober 2020 di kontrakan yang beralamat di Jalan Umbul Tirto No. 991 E Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Metode dilakukan dengan menanam salah satu komoditas tanaman semusim pada polybag dengan perlakuan media tanam yang berbeda. Komoditas tanaman semusim yang digunakan adalah kacang hijau. Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanah, polybag, sekop, penggaris, tanah, pasir, pupuk kandang, dan kacang hijau. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan dan panjang akar. Pengamatan dilakukan selama 5 minggu dan diamati selama 1 minggu sekali, kecuali untuk panjang diukur pada minggu ke-5. Perlakuan media tanam yaitu tanah, tanah:pupuk (2:1), dan tanah:pupuk:pasir (1:1:1).
Benih kacang hijau yang ditanam tiap polybag berjumlah 10 benih, pada minggu kedua dilakukan penyiangan dan tiap polybag dipilih 3 tanaman kacang hijau yang tingginya tidak jauh berbeda. Berdasarkan praktikum mandiri yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil pengamatan pada tinggi tanaman kacang hijau
|
Perlakuan |
Tanaman |
Tinggi tanaman minggu ke- (cm) |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
||
|
Tanah |
1 |
23,7 |
24,5 |
- |
- |
- |
|
2 |
22,1 |
23,4 |
- |
- |
- |
|
|
3 |
21,3 |
22,1 |
- |
- |
- |
|
|
Tanah : Pupuk (2 : 1) |
1 |
18,5 |
19,3 |
- |
- |
- |
|
2 |
16,6 |
17,4 |
- |
- |
- |
|
|
3 |
19,3 |
20,3 |
- |
- |
- |
|
|
Tanah: pupuk: pasir (1:1:1) |
1 |
20,5 |
22,7 |
23,3 |
24,3 |
25 |
|
2 |
26,2 |
27,5 |
28,1 |
29,2 |
30 |
|
|
3 |
23,2 |
24,5 |
- |
- |
- |
|
Tabel 2. Hasil pengamatan jumlah daun kacang hijau
|
Perlakuan |
Tanaman |
Tinggi tanaman minggu ke- (cm) |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
||
|
Tanah |
1 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
2 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
|
3 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
|
Tanah : Pupuk (2 : 1) |
1 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
2 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
|
3 |
0 |
1 |
- |
- |
- |
|
|
Tanah: pupuk: pasir (1:1:1) |
1 |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
2 |
1 |
3 |
4 |
5 |
6 |
|
|
3 |
0 |
2 |
- |
- |
- |
|
Tabel 3. Hasil pengamatan panjang akar kacang hijau minggu ke -5
|
Perlakuan |
Tanaman |
Panjang Akar (cm) |
|
Tanah |
1 |
- |
|
2 |
- |
|
|
3 |
- |
|
|
Tanah : Pupuk (2 : 1) |
1 |
- |
|
2 |
- |
|
|
3 |
- |
|
|
Tanah: pupuk: pasir (1:1:1) |
1 |
13 |
|
2 |
27 |
|
|
3 |
- |
Keterangan (-): tanaman mati
Praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa media tanam yang paling baik adalah tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Beberapa tanaman kacang hijau pada minggu ketiga mati. Kematian tanaman kacang hijau terjadi pada media tanam tanah dan tanah : pasir. Matinya tanaman kacang hijau bisa dikarenakan kurangnya pasokan cahaya pad tanaman. Hal ini dikarenakan waktu pengerjaan praktikum, minggu pertama waktu perkecambahan letak polybag diletakkan di teras rumah karena kondisi yang sering hujan, sehingga tanaman kekurangan cahaya matahari. Kacang hijau yang diletakkan ditempat gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi tumbuhan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus, dan daun tidak berkembang. Akibat tidak ada sinar matahari organ perbanyakan pada tanaman, lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan (Maghfiroh, 2017). Selain karena faktor cahaya tanaman mati mungkin bisa diakibatkan karena pengaruh intensitas hujan yang berlebihan dan mengakibatkan terjadinya genangan. Pada minggu kedua, polybag diletakkan diluar rumah untuk mendapatkan sinar matahari. Namun, sering terjadi hujan yang membuat kacang hijau mengalami genangan. Menurut Lestari (2020) kacang hijau umumnya ditanam pada musim kemarau, lebih toleran kekeringan dan termasuk peka terhadap genangan. Cekaman genangan pada tanaman kacang hijau mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pada hasil akhir, baik pada tabel 1, tabel 2, dan tabel 3 media tanam dengan komposisi tanah : pupuk : pasir (1:1:1) merupakan media tanam yang paling baik. Menurut teori yang dipaparkan dalam jurnal Putri et al. (2013) media tanam yang paling baik adalah tanah : pupuk : pasir. Tanah berfungsi untuk persediaan air, sedangkan pupuk berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Keberadaan pasir membuat media tanam tidak terlalu padat, sehingga lebih gembur. Hal tersebut membantu akar lebih cepat tumbuh dan memudahkan pergerakan akar untuk memperluas jangkauan dalam menyerap unsur hara dalam media tanam. Sifat pasir yang berrongga juga memperlancar proses aerasi dan drainase. Aerasi adalah proses pertukaran udara di dalam tanah, sedangkan yang dimaksud dengan drainase adalah kemampuan mengalirkan air di dalam media tanam. Berdasarkan hal tersebut maka hasil praktikum sesuai dengan teori. Uji kesuburan tanah pada praktikum ini dapat diketahui bahwa tanah yang ada dilingkungan sekitar kontrakan termasuk bukan tanah yang subur, karena pada perlakuan penanaman dengan media tanah saja, pada minggu ke-3 tanaman sudah mati.
DAFTAR PUSTAKA
Lestari, S.A.D. 2020. Respons Tanaman Kacang Hijau terhadap Cekaman Genangan. <http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/respons-tanaman-kacang-hijau-terhadap-cekaman-genangan/>. Diakses 25 November 2020.
Maghfiroh, J. 2017. Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta 51-58.
Prabowo, R. dan R. Subantoro, R. 2018. Analisis tanah sebagai indikator tingkat kesuburan lahan budidaya pertanian di Kota Semarang. Cendekia Eksakta, 2(2): 59-64.
Putri, A.D., Sudiarso., T. Islami. 2013. Pengaruh komposisi meda tanam pada teknik bud chip tiga varietas tebu (Saccharum pfficinaeum L.). Jurnal Produksi Tanaman 1(1): 16-23.
Suastika, I.W., J. Purmomo, dan Y. Supriana. 2014. Pengelolaan Tanah dan Pupuk untuk Pertanian.<http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/lainnya/isi%20juknis%20wayan.pdf>. Diakses 25 November 2020.
LAMPIRAN
|
Pertumbuhan kacang hijau minggu 1 dan sebelum melakukan penyiangan |
Pengukuran tinggi tanaman pada minggu pertama |
|
Kacang hijau minggu kedua |
Tanaman kacang hijau mati |
|
Pengukuran panjang akar |
Pengukuran jumlah daun dan tanaman minggu kelima |
Comments
Post a Comment